Jumat, 07 Maret 2014

Seni Rupa Murni Indonesia Materi kls IX

            HAiiii!!!!!! kali ini q mau ngepost ttg Seni Rupa Murni Indonesia. ogh y bagi reader yg mau copas, silahkan copas TAPI lu semua harus koment and jgn lupa tolong cantumin alamt blognya OK. Hargai yg nulis Plis!!!!!!
Semoga bermanfaat!!!!!!!



SENI RUPA MURNI INDONESIA
Ø  Perkembangan Seni Rupa Murni Indonesia
Seni rupa indonesia terbentuk melalui proses waktu sejak ribuan tahun yang lalu. Diawali dari periode prasejarah (primitif), zaman Hindu-Budha (klasik), zaman islam, hingga zaman modern.
1.      Seni Rupa Indonesia Zaman Prasejarah
Terbagi atas zaman batu dan logam. Karya-karya seni rupa umumnya sebagai media upacara yang bersifat simbolis. Seni rupa prasejarah dikelompokkan sebagai berikut :
a.       Seni Rupa Zaman Batu
Pada zaman batu, peralatan yang digunakan terbuat dari batu. Contoh peninggalan seni rupa zaman prasejarah, antara lain :
1)      Seni Banguna
Pada zaman Megalithikum banyak bangunan yang menggunakan batu besar seperti : Punden, Dolmen, Sorkafagus dan Meja batu.
2)      Seni Patung
Peninggalan zaman Neolithikumberupa patung-patung peninggalan leluhur yang terbuat terbuat dari batu dan kayu dan pada zaman Megalithikum berupa patung- patung berukuran besar dari batu.
3)      Seni Lukis
Peninggalan zaman Mesolithikum berupa lukisan cap tangan dan jari yang menggambarkan perburuan binatang yang ada di dinding gua. Pada zaman Neolithikum & Megalithikum lukisan di terapkan pada bangunan, benda-benda kerajinan dan hiasan ornamen.
b.      Seni Rupa Zaman Logam (Zaman Perunggu)
Pada zaman logam semua peralatan terbuat dari logam. Peninggalan pada zaman logam berupa benda-benda kerajinan dari perunggu seperti : Genderan, Kapak bejana, Patung dan Perhiasan. Karya seni tersebut dibuat dengan teknik cor (cetak) & teknik A Cire Perdue (tuang sekali pakai).
2.      Seni Rupa Indonesia Zaman Hindu-Budha
Pusat perkembangan kebudayaan Hindu-Budha berada di Jawa, Bali, dan Sumatera. Dalam perkembangannya, terjadi proses akulturasi kebudayaan India dan Indonesia.
a.       Peniggalan seni rupa Hindu-Budha
1)      Seni Bangunan
Peninggalan seni rupa Hindu-Budha, berupa bangunan candi dan patung. Patung merupakan perwujudan dari dewa.
2)      Seni Hias
Bentuk candi selalu disertai hiasan bermotif flora, fauna serta makhluk gaib. Bentuk hiasan candi dapat berupa hiasan tiga dimensi yang membentuk struktur bangunan candi dan hiasan dua dimensi berupa relief.
b.      Kronologi Periode Seni Rupa Hindu-budha
1)      Seni Rupa Hindu-Budha Jawa Tengah
Peninggalan sejarah berupa candi-candi pada masa wangsa Sanjaya dan wangsa Syailendra. Peninggalan wangsa Sanjaya, antara lain Candi Gedongsongo, Canda Dieng, Candi Selagriya, dan Candi Pringapus. Peninggalan wangsa syailendra, antara lain Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Borobudur.
2)      Seni Rupa Hindu-Budha Jawa Timur
Terbagi menjadi zaman Peralihan, zaman Singosari, dan zama Majapahit. Peninggalan bangunan pada zaman Peralihan, antara lain Candi Belahan Dan Patung Airlangga. Peninggalan seni rupa zaman Singosari, yaitu Candi Singosari beseta hiasan dan seni patungnya. Peninggalan zaman Majapahit, antara lain kelompok candi Penataran, Candi Bajangratu, dan Candi Surowono.
3)      Seni Rupa Hindu-Budha
Keberadaan seni klasik di Bali dengan berakhirnya kekuasaan Majapahit serta berkembangnya kebudayaan Islam di Jawa. Peninggalan seni rupa di Bali banyak berbentuk bangunan pura, gapura, dan arca.
3.      Seni Rupa Indonesia Zaman Islam
Agama Islam masuk ke Indonesia oleh pedagang dari Persia, India dan Cina. Karya seni rupa Indonesia pada zaman Islam terdapat pada karya seni berikut :
a.       Seni Bangunan
Pengaruh dari Hindu :
-          Pada bagian atas masjid yang berbentuk limas dan berusun ganjil
-          Pada bangunan makam dan nisannya yang berhias motif gunung/kala
Pengaruh dari Gujarat, India :
-          Makam yang beratap cungkup
b.      Seni Kaligrafi
Seni kaligrafi adalah seni hias dalam kesenan Islam. Seni ini menggunakan simbol bahasa arab sebagai rangkaian ayat-ayat suci Al-Qur’an. Saat itu, seni ini di tarapkan pada bangunan masjid, nisan, surat raja, kain, dll.
c.       Seni Hias
Seni Hias Islam selalu menghindari penggambaran makhluk secara nyata, maka untuk penyamarannya dibutuhkan stilasinya (digayakan).
4.      Seni Rupa Indonesia Zaman Modern
Seni Rupa Indonesia pada zaman modern merupakan bentuk dan perwujudan yang terjadi akibat pengaruh dari kaidah seni rupa Barat (Eropa). Berikut perkembangan seni rupa Indonesia pada zaman modern :
a.       Masa Perintis (1807-1880)
Dimulai dari prestasi Raden Saleh Syarif Bustaman (1808-1880), seorang seniman kelas dunia dari Indonesia. Beliau belajar di Belanda, sekembalinya ke Indonesia beliau banyak menyumbangkan karya-karya lukisannya yan berharga.
b.      Masa Seni Lukis Indonesia Jelita/Indonesia Molek/ Moi Indie(1920-1938)
Gaya lukisan pada masa ini banyak menyajikan kemolekan alam Indonesia. Ditandai dengan hadirnya sekelompok pelukis barat di antaranya Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smite, dan R. Locatelli. Pelukis Indonesia yang mengikuti kaidah ini ialah Abdullah Soeryosoerjo Subroto, Pirngadi, Basuki Abdullah dan Wakidi.
c.       Masa PERSAGI (1938-1942)
PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia) di dirikan tahun 1938 di Jakarta dan di ketua oleh Agus Jaya Suminta. PERSAGI bertujuan agar seniman Indonesia dapat menciptakan karya seni yang berkepribadian Indonesia. Ciri lukisan pada masa ini tidak lagi menggambarkan alam yang serba cantik. Ebagai mana lukisan Moi Indie.
d.      Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)
Pada masa ini, seni lukis dimanfaatkan sebagai alat propaganda politik. Kebebasan berkarya seniman dibatasi. Seniman Indonesia seperti, Agus Jaya, Otto Jaya, Zaini dan Kusnadi disediakan wadah pada Balai Kebudayaan Keimin Bunka Shidoso. Tahun 1945, Berdiri Lembaga Kesenian yang bernaung d bawah POETRA (Pusat Tenaga Rakyat).
e.       Masa Kemerdekaan (1945-1950)
Pada masa ini seniman banyak terorganisasi dalam kelompok-kelompok, diantaranya  Sanggar Seni Rupa Masyarakat di Yogyakarta oleh Affandi, Seniman Indonesia Muda di Madiun oleh S. Sujiono, Pusat Tenaga Lukis Indonesia oleh Djajengasmoro dan Himpunan Budaya Surakarta.
f.       Masa Pendidikan Seni Rupa Melalui Pendidikan Formal (1950)
Tahun 1950, di Yogyakarta berdiri Akademi Seni Rupa Indonesia (sekarang ISI) yang dipelopori oleh R.J.Katamsi. Di Bandung berdiri Perguruan Tinggi Guru Gambar yang dipelopori oleh Prof. Syate Sumarja. Selanjutnya berdiri Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPJK) dan disusul berdirinya jurusan seni rupa di setiap IKIP Negeri.
g.      Masa Seni Rupa Baru Indonesia (post modern)
Tahun 1974, muncul para seniman muda, seperti Jimm Supangkat, S. Priaka, Harsono, Dede Erisupria, Nyoman Nuarta, dll. Pada masa ini, seni rupa berkembang pesat dengan gaya yang lebih bebas serta sesual perkembangan di Era modern.

Ø  Gaya Atau Corak Karya Seni Rupa Murni Indonesia

Di Indonesia, gaya atau aliran dalam seni rupa murni dapat dibagi, antara lain gaya primitif, gaya klasik, dan gaya modern.
1.      Gaya Primitif
Karya seni zaman primitif bersifat alami dengan media sederhana. Gaya primitif juga tampak pada seni patung pedalam, misalnya pada patung-patung tradisional di Papua. Karya pahat tersebut cenderung statis dan berbeda dengan seni pahat di Jawa, Bali, dan Sumatera, karena dipengaruhi budaya Hindu, Budha dan Islam.
2.      Gaya Klasik
Gaya seni rupa klasik merupakan peninggalan dari Hindu, Budha, dan Islam berupa bangunan candi, seni hias, patung, dan relief.
Warisan budaya seni rupa Islam umumnya beroral dekoratif dan stilasi. Berupa aarsitektur bangunan masjid, seni hias kaligrafi, seni ukir, seni pahat batu nisan, serta batik dan wayang.
3.      Gaya Modern
Karya seni rupa murni yang bermunculan pada zaman modern, antara lain : seni bangunan, seni patung, dan seni lukis. Beragam aliran seni rupa yang berkembang di Eropa pun mulai populer di Indonesia.
a.       Romantisme, yaitu ciri lukisam yang menggambarkan adegan dramatis serta karya perpaduan warna kontras. Tokoh aliran ini di Indoneia dipeloporii oleh Raden Saleh.
b.      Naturalisme, yaitu ciri lukisa yang mengambil objek keindahan alam. Di pelopori oleh adanya kelompok Moi Indie, antara lain Rudolf Bonnet, Le Mayeur, Lokacelli, Abdullah Soerjo Soebroto, Basoki Abdullah, Wakidi, dan R.M. Pirngadi.
c.       Realisme, yaitu ciri lukisan yang penggambaran objeknya sesuai yang sebenarnya. Tokohnya ialah Trubus, S. Sudjojono, Agus Jaya Suminta, Dullah, Tarmizi, dan Suromo.
d.      Impresionisme, yaitu ciri lukisan bertemakan alam yang dibuat secara langsung dan cepat, berdasarkan kesan pencahayaan, garis, dan warna. Tokoh aliran ini ialah Zaini dan Affandi.
e.       Abstrak, yaitu ciri lukisan yang penggambaran objek yang tidak dikenali lagi (hanya pelukisnya yang tahu). Pelukis aliran abstrak ialah Nashar, Handrio, Zaini, Hans Hartung, Fajar sidiq dan A.D. Pirous.
f.       Klasikisme atau dekoratif, yaitu ciri lukisan yang penggambaran bentuknya dibuat sedemikian rupa (dengan pengayaan) sehingga terkesan indah dan elok. Tokoh aliran ini adalah Kartono Yudhokusumo dan Amri Yahya.
g.      Ekspresionisme, yaitu ciri lukisan yang penggambaran bentuknya cenderung menyimpang dari wujud aslinya. Lukisan ini dibuat secara spontan. Tokohnya ialah Affandi, Rusli, dan Srihadi Sudarsono.
h.      Pointilisme, yaitu ciri lukisan yang dibentuk dari kumpulan titik warna, dan jika dilihat dari jarak tertentu membentuk lukian yang realistik, ekspresif, dan artistik. Pelukis aliran ini ialah Rajiman dan Keo Harijanto.
i.        Kontemporer (masa kini), yaitu suatu aliran sni rupa gaya baru yang mengutamakan kebebasan berekspresi, dinamis, serta tidak terikat aturan-aturan seni klasik. Seniman aliran ini ialah S. Printa, Jim Supangkat, Nyoman Nuarta, dan Angelina P.  
 

Tidak ada komentar: